Sudah suratan jika loranthaceae (benalu) hidup sebagai parasit. Mereka sebagai mahluk yang menggantungkan hidupnya pada tumbuhan inang. Tetapi ternyta riset ilmiah membuktikan bahwa parasit tersebut sangat mujarab utuk membunuh parasit di tubuh manusia (penyakit). Berbagai spesies benalu, seperti benalu teh scrulla oortina, benalu mangga dendropthoe pentandra, dan benalu nangka macrosolen cochinchinensis mujarab untuk mengatasi kanker.

Pemanfaatan benalu untuk melawan kanker cukup baik. Sebab benalu mengandung senyawa flafonoid quersetin yang memiliki zat anti tumor dan memiliki aktivitas antioksidan kuat yang mampu menghambat sel kanker. Penelitian Gunver S kienle dari Lembaga Terapan Estiologi Medis Jerman , meneguhkan bahwa benalu memang anti kanker. Ia membuktikan bahawa ekstrak benalu viscum album mengatasi kanker payudara. Senyawa aktif yang berperan menaklukan sel ganas itu adalah lektin yang menyebebkan opoptosis alias merangsang proses bunuh diri sel kanker.


Bagi penderita kanker payudara stadium 2 yang tak kunjung sembuh. Konsumsilah ekstrak benalu yang di kombinasi dengan buah mahkota dewa. Segenggam atau 50 gram daun benalu segar setara 0,5 gram kerig siap rebus. Rebus dalam 1 liter air hingga mendidih dan tersisa setengahnya. Konsumsi ramuan tersebut disertai juga konsumsi ekstrak mahkota dewa 1 kapsul. Minum ramuan tersebut 3 kali sehari. Jika anda susah untuk mencari benalu dan dirasa terlalu ribet, saat ini sudah banyak beredar dipasaran ekstrak benalu yang dikemas menjadi teh, hanya diseduh dan siap minum.

Untuk mempercepat proses penyembuhan, penderita kanker sebaiknya rutin mengkonsumsi vitamin C, selain disiplin minum herbal seperti benalu. Sumber vitamin C antara lain buah-buahan seperti jeruk, jambu biji. Fungsi vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh, sehingga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan